Desa Talagening menjadi lokasi "Konservasi Berbasis Budaya" yang dilaksanakan oleh Patanjala (komusitas berbasis lingkungan) yang berkolaborasi dengan Talasena (komusitas peduli mata air Desa Talagening). Kegiatan Konservasi dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026 yang dihadiri oleh Perwakilan dari Bupati Purbalingga yaitu Asisten dua Setda Kabupaten Purbalingga, Anggota DPR Purbalingga, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Bobotsari dan Forkompincam (Kapolsek dan Danramil Kec. Bobotsari). Kepala Desa Talagening Ibnu Sulistiyo juga turut serta membersamai dengan menyabut seluruh peserta konservasi yang hadir di Desa Talagening. Peserta yang ikut hadir dalam acara seperti Komunitas Pencinta Alam, Perbakin, Merpati Putih, Karang Taruna, Pelajar dari Berbagai Sekolahan kelembagaan dan warga desa talagening dll.
Kegiatan Dimulai pukul 08.00 dengan pelaksanaan apel pagi di isi dengan sambutan-sambutan dan arahan ternis konservasi atau penanaman pohon. Aula Desa Talagening difungsikan sebagai lokasi Pelayanan Kesehatan dengan pemerikasaan dan pengobatan gratis serta donor darah dari PMI di PKD.
Pukul 09.30 Peserta Konservasi menuju lokasi penanaman di Dusun Kedawung Desa Talagening tepatnya di kawasan Hutan Watu Sanggar. Kegiatan tersebut juga diiringi dengan Kesenian Tari Lengger dan tarian Tati Hasta Brata di lokasi Watu sanggar. Penanaman Berlangsung hingga Pukul 12.00, kemudian peserta beristirahat sejenak di lakasi transit dan acarapun selesai.